Ratusan ASN Pemkot Malang Dites Urin Mendadak, Ada Apa?

- Selasa, 22 November 2022 | 18:33 WIB
Ilustrasi tes urin untuk membuat surat keterangan bebas narkoba.  (Ewa Urban dari Pixabay )
Ilustrasi tes urin untuk membuat surat keterangan bebas narkoba. (Ewa Urban dari Pixabay )

HALLO MALANG - Sebanyak 536 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menjalani tes urin mendadak di Gedung Malang Creative Center (MCC), Kota Malang, Jawa Timur, Senin 21 November 2022. Tes urin ini sengaja dillakukan mendadak agar ratusan ASN tersebut tidak beralasan absen.

"Jadi kami lakukan tes narkoba dan tidak ada yang tahu. Karena kalau tahu kan takutnya ada yang nggak ikut dengan berbagai alasan," kata Wali Kota Malang, Sutiaji.

Sutiaji menerangkan, tes urin ini diselenggarakan dengan menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang. Tujuannya untuk mengantisipasi penyalahgunaan dan peredaran narkoba maupun obat-obatan terlarang di lingkungan ASN Pemkot Malang.

"Makanya kami berkomitmen mengawal yang namanya ASN itu harus bersih dari hal hal yang tidak diinginkan dan melanggar aturan," ujarnya.

Ke depannya, tes urin ini bakal diselenggarakan secara berkelanjutan. Seluruh ASN bakal dites, mulai dari lurah, camat, kepala seksi (kasi), kepala dinas hingga jabatan di bawahnya.

Jika terdapat ASN yang terbukti melakukan penyalahgunaan narkoba, Pemkot Malang bakal menyerahkan kepada BNN.

"Kalau ada yang ditemukan itu domainnya BNN. Entah itu masuk ke rehabilitasi atau masuk pada penindakan," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang karyawan Tenaga Pendukung Operasional Kegiatan (TPOK) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang, berinisial DC, ditangkap polisi di Jalan Krakatau, Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur, Jumat 19 Agustus 2022. Oknum pegawai tersebut ditangkap lantaran kedapatan memiliki narkotika jenis sabu dan ganja.

Penangkapan ini dibenarkan oleh Wali Kota Malang, Sutiaji. Ia mengaku, pegawai tersebut telah diberhentikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang jauh sebelum penangkapan.

"Itu TPOK. Dia sudah berhenti, sudah bukan urusan kita. Sebelum (penangkapan) sudah diberhentikan. Sudah berhenti, sudah nggak ada perpanjangan (kontrak)," katanya, Jumat 26 Agustus 2022.

Halaman:

Editor: Daviq Umar Al Faruq

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terguling, Truk Timpa Mobil di Singosari Malang

Minggu, 27 November 2022 | 12:31 WIB

Mahasiswa Unitri Study Tour di Lapas Perempuan Malang

Jumat, 25 November 2022 | 17:08 WIB

Pejuang Lingkungan di Kota Malang Dapat Kartu BPJS

Kamis, 24 November 2022 | 18:54 WIB

Ratusan ASN Pemkot Malang Dites Urin Mendadak, Ada Apa?

Selasa, 22 November 2022 | 18:33 WIB
X