Menpora Beberkan Implementasi DBON saat Pembukaan Konkernas PWI di Malang

- Selasa, 22 November 2022 | 17:48 WIB
Menpora Zainudin Amali Implementasi DBON Bersama Peserta Konkernas Pengurus PWI dan SIWO se-Indonesia (kemenpora.go.id)
Menpora Zainudin Amali Implementasi DBON Bersama Peserta Konkernas Pengurus PWI dan SIWO se-Indonesia (kemenpora.go.id)

HALLO MALANG - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, mengatakan, Persatuan Wartaran Indonesia (PWI), terutama Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) berperan penting dalam sosialisasi dan implementasi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

Ia menegaskan, kerjasama Kemenpora dengan PWI yang telah ditandatangani dalam bentuk Nota Kesepahaman sebelumnya perlu didorong terus, agar DBON tersosialisasikan dan terimplementasikan dengan merata di seluruh lapisan masyarakat.

"Saya kira kerjasama ini kita dorong terus karena pada saat Hari Pers Nasional yang lalu di Sulawesi Tenggara antara PWI dan Kemenpora sudah ada penandatanganan Nota Kesepahaman, dan ini tidak boleh hanya di atas kertas tapi harus berjalan terus menerus," katanya dalam acara Implementasi DBON bersama Peserta Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) PWI 2022 di Kota Malang, Jawa Timur, Senin 21 November 2022.

Konkernas PWI dibuka langsung oleh Ketua Umum PWI Atal S Depari. Setelah Konkernas yang diikuti oleh perwakilan anggota dari seluruh PWI di Indonesia ini, kegiatan bakal dilanjutkan dengan gelaran Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwarnas) dan berbagai kegiatan PWI lainnya. Zainudin menilai kegiatan ini penting sebagai media penyebaran informasi terkait implementasi DBON.

"Saya kira Desain Besar Olahraga Nasional yang dipayungi oleh Perpres Nomor 86 Tahun 2021 tentu tidak akan bisa tersosialisasi secara merata ke seluruh Indonesia tanpa peran teman-teman para jurnalis, peran dari PWI, dari SIWO khususnya. Maka saya sangat yakin DBON ini akan cepat terealisasi karena kerjasama kita dengan PWI dan SIWO serta teman-teman para jurnalis, seperti kegiatan saat ini," jelasnya.

Berbicara tentang DBON, selain penyebaran informasi kepada seluruh masyarakat sehingga dapat dipahami dan diyakini sebagai bagian perubahan paradigma sasaran dan pembinaan prestasi olahraga, yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana segera dapat diimplementasikan. Dengan segera memulai, target-target sasaran utama akan dapat dicapai secara maksimal dalam setiap tahapan Olimpiade.

"DBON itu harus segera ada implementasi dan Kemenpora telah memulai, seperti rencana 10 Sentra meskipun belum bisa semuanya, kalau di Jawa Timur ada di Unesa. Jadi mereka berlatih disitu dengan fasilitas yang lengkap, laboratorium sports science, dengan para pelatih, dengan SDM yang cukup dan mereka juga sekolah. Jadi kita tidak mau mereka hanya konsentrasi untuk berlatih tetapi sekolahnya terlantar, jadi sekolahnya tetap terjaga dan latihannya tetap terjamin baik," paparnya.

"Mudah-mudahan anak-anak yang kita tempatkan di sentra-sentra itu pada tahun 2032 pada saat Olimpiade di Brisbane nanti mereka sudah berada pada atlet elit nasional, kita bisa mencapai target-target itu, tinggal kita jaga karena ini anak-anak lulusan SD, anak-anak usia 12 tahun," imbuhnya.

Editor: Daviq Umar Al Faruq

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terguling, Truk Timpa Mobil di Singosari Malang

Minggu, 27 November 2022 | 12:31 WIB

Mahasiswa Unitri Study Tour di Lapas Perempuan Malang

Jumat, 25 November 2022 | 17:08 WIB

Pejuang Lingkungan di Kota Malang Dapat Kartu BPJS

Kamis, 24 November 2022 | 18:54 WIB

Ratusan ASN Pemkot Malang Dites Urin Mendadak, Ada Apa?

Selasa, 22 November 2022 | 18:33 WIB
X