Wali Kota Malang Sebut Penguatan Peran Masjid Penting

- Rabu, 16 November 2022 | 20:58 WIB
Bimbingan Teknis Penguatan Kelembagaan dan SDM dalam Pengelolaan Zakat, Infak dan Shadaqoh Berbasis Masjid, bertempat di Regents Park Hotel pada Rabu (16/11/2022).
Bimbingan Teknis Penguatan Kelembagaan dan SDM dalam Pengelolaan Zakat, Infak dan Shadaqoh Berbasis Masjid, bertempat di Regents Park Hotel pada Rabu (16/11/2022).

HALLO MALANG - Walikota Malang, Drs. H. Sutiaji mengingatkan pentingnya penguatan peran masjid sebagai pusat dakwah dan peribadatan umat Islam sekaligus pusat sosial ekonomi yang memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar. Salah satunya dengan menguatkan pengelolaan zakat, infaq maupun shodaqoh untuk kesejahteraan umat.

“Dana (zakat, infaq, shodaqoh - red ) yang dikelola takmir itu bisa dibelanjakan, diamalkan dan digunakan untuk pengembangan-pengembangan ekonomi keumatan, sehingga pemanfaatannya bisa untuk kesejahteraan. Tentu ini butuh keterbukaan,” ucap Walikota Sutiaji.

Hal ini disampaikan pada kegiatan Bimbingan Teknis Penguatan Kelembagaan dan SDM dalam Pengelolaan Zakat, Infak dan Shadaqoh Berbasis Masjid, bertempat di Regents Park Hotel pada Rabu (16/11/2022).

Kegiatan yang digelar oleh Baznas Kota Malang ini berkolaborasi dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI), guna menguatkan Unit Pengelolaan Zakat (UPZ) yang ada di masjid-masjid agar mampu memberikan nilai sosial yang menyejahterakan masyarakat sekitar.

Menurut Walikota Sutiaji, Indonesia dengan mayoritas penduduknya yang beragama Islam, merupakan negara yang memiliki potensi zakat, infaq dan shodaqoh yang besar, potensi ini merupakan sumber kekuatan pemberdayaan ekonomi yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan umat.

Sejalan dengan itu, Walikota Sutiaji berharap BAZNAS selaku mitra pemerintah dalam pengelolaan dan pendistribusian zakat, infaq dan shodaqoh di Kota Malang; senantiasa diharapkan mampu menjadi media untuk mengoptimalkan penghimpunan dana zakat, infaq dan shodaqoh melalui UPZ.

“Harapannya, program-program BAZNAS Kota Malang dapat menjadi sejalan dalam upaya memakmurkan masjid sebagai pusat sosial ekonomi masyarakat, goalnya adalah bagaimana kemakmuran jamaah ini bisa diwujudkan,” ucap Walikota Sutiaji.

Guna mendorong terwujudnya kesadaran umat untuk berzakat, berinfaq, dan bershodaqoh, Walikota Sutiaji menyebut perlu penguatan literasi dan ketakwaan yang dilakukan secara bersama, baik oleh Baznas, DMI, maupun para Kyai.

“Inilah para kyai berperan memberikan penjelasan kepada jamaah akan makna shodaqoh, ibadahnya dan spiritual dikuatkan. Sehingga hubungan jamaah dengan Allah kuat, dan hubungan sosialnya juga kuat, dan ini tugas kita semua. Salah satunya bisa juga melalui penguatan dakwah sosial kita,” terang Walikota Sutiaji.

Sementara itu, Ketua Baznas Kota Malang, Sulaiman, menjelaskan bahwa nantinya kegiatan ini akan ditindaklanjuti dengan sosialisasi di tingkat kecamatan hingga lapisan paling bawah, termasuk masjid yang berada di kampung-kampung. Dengan tujuan adanya sistem yang saling terkoordinir dan terintegrasi terkait pengelolaan zakat, infaq dan shodaqoh.

Halaman:

Editor: Daviq Umar Al Faruq

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terguling, Truk Timpa Mobil di Singosari Malang

Minggu, 27 November 2022 | 12:31 WIB

Mahasiswa Unitri Study Tour di Lapas Perempuan Malang

Jumat, 25 November 2022 | 17:08 WIB

Pejuang Lingkungan di Kota Malang Dapat Kartu BPJS

Kamis, 24 November 2022 | 18:54 WIB

Ratusan ASN Pemkot Malang Dites Urin Mendadak, Ada Apa?

Selasa, 22 November 2022 | 18:33 WIB
X