Kuasa Hukum Bantah Dokter Harun Diperiksa Polisi Karena Penyataan Gas Air Mata

- Rabu, 16 November 2022 | 20:33 WIB
Aksi peringatan 40 hari tragedi Kanjuruhan Malang di Hari Pahlawan.
Aksi peringatan 40 hari tragedi Kanjuruhan Malang di Hari Pahlawan.

HALLO MALANG - Penyidik Polda Jatim memeriksa dr Muhammad Harun Rosyid di Polres Malang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa 15 November 2022.

Dokter umum yang bertugas di Rumah Sakit Wava Husada, Kepanjen, Kabupaten Malang itu dimintai keterangan oleh penyidik terkait perkara Tragedi Kanjuruhan.

Beredar kabar bahwa dr Harun diperiksa polisi lantaran sebelumnya ia mengeluarkan pernyataan di sebuah media bahwa korban meninggal Tragedi Kanjuruhan disebabkan gas air mata. Saat dikonfirmasi, kuasa hukum dr Harun, Bhakti Riza, membantah kabar tersebut.

"(Kabar itu) tidak benar. Jadi suasana proses penyidikan enak, tidak ada suasana intimidasi juga," kata Bhakti, Selasa sore, 15 November 2022.

Bhakti menerangkan, kliennya, dr Harun, dimintai keterangan oleh penyidik lantaran sebelumnya berkas perkara Tragedi Kanjuruhan belum lengkap alias P18 dan dikembalikan ke penyidik Polda Jawa Timur (Jatim).

Sehingga penyidik mulai melengkapi berkas, salah satunya dengan memeriksa sejumlah dokter yang menangani korban-korban pada tragedi kemanusiaan itu.

"Pemeriksaannya ada 33 pertanyaan dari Polda terkait konstruksi soal berkas yang dari kepolisian yang dikembalikan oleh Kejaksaan. Baru memang ada pemanggilan kepada beberapa saksi, terkait juga ada beberapa dokter yang dipanggil oleh Polda untuk menambah, memperkaya khasanah soal terkait nanti kedepan Tragedi Kanjuruhan itu seperti apa," jelasnya.

Berdasarkan pantauan, dr Harun dimintai keterangan oleh penyidik Polda Jatim di Polres Malang sekitar enam jam. Harun tiba di Polres Malang sekitar pukul 10.00 WIB dan baru keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 16.30 WIB.

"Dari penyidik menyampaikan soal di rumah sakit kami, proses penanganannya, ada berapa korban yang dirawat, yang luka, yang meninggal seperti apa, hanya minta penjelasan soal kisaran soal itu-itu aja. Sama soal dr Harun menyampaikan soal perawatan-perawatan yang dilakukan di Rumah Sakit Wava terhadap korban-korban kemarin. Itu yang saya lihat tadi di proses penyidikan," terangnya.

Disinggung soal keterangan gas air mata, Bhakti mengaku dr Harun sama sekali tidak ditanyai terkait hal tersebut. Harun hanya diminti keterangan terkait seputar pengalamannya sebagai dokter.

Halaman:

Editor: Daviq Umar Al Faruq

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terguling, Truk Timpa Mobil di Singosari Malang

Minggu, 27 November 2022 | 12:31 WIB

Mahasiswa Unitri Study Tour di Lapas Perempuan Malang

Jumat, 25 November 2022 | 17:08 WIB

Pejuang Lingkungan di Kota Malang Dapat Kartu BPJS

Kamis, 24 November 2022 | 18:54 WIB

Ratusan ASN Pemkot Malang Dites Urin Mendadak, Ada Apa?

Selasa, 22 November 2022 | 18:33 WIB
X