Alun-Alun Tugu Malang Bakal Ditata Ulang

- Kamis, 30 Desember 2021 | 12:35 WIB
Alun-Alun Malang, Malang berdiri sejak 28 November 760 penuh sejarah dan menjadi kota pelajar dan wisata terkemuka di Indonesia (tiket.com)
Alun-Alun Malang, Malang berdiri sejak 28 November 760 penuh sejarah dan menjadi kota pelajar dan wisata terkemuka di Indonesia (tiket.com)

HALLO MALANG - Pagar yang mengelilingi kawasan taman Alun-Alun Tugu Malang di Kota Malang, Jawa Timur, bakal dihilangkan. Penataan ulang ini dilakukan dengan mempertahankan warisan budaya yang ada di area tersebut.

"Nanti untuk pagarnya, baik yang pagar tembok atau pagar tanaman akan dihilangkan. Tapi perlu diingat untuk Tugu itu memang heritage termasuk teratainya, itu kita pertahankan," kata Wali Kota Malang, Sutiaji, Selasa 28 Desember 2021.

Sutiaji menegaskan, pagar yang saat ini mengelilingi Alun-Alun Tugu akan diganti dengan jalur lari (jogging track). Sehingga, penataan ulang ini tidak akan mengubah bentuk Alun-Alun Tugu yang diresmikan oleh Presiden Soekarno pada 1953 silam tersebut.

"Nanti akan dijadikan area jogging track, dan ditambahkan tempat duduk. Untuk anggaran masih akan dihitung," imbuhnya.

Selain melakukan revitalisasi Alun-Alun Tugu tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang juga mendapat usulan untuk menambah monumen Soekarno dan Muhammad Hatta di sebelah timur alun-alun, atau di Jalan Kertanegara. Monumen pendiri bangsa tersebut diusupkan dibangun menghadap ke arah monumen Tugu.

"(Terkait usulan itu) kita akan minta persetujuan keluarga dahulu. Kami, ingin itu menjadi simbol, bahwa Kota Malang menghargai pejuang-pejuang kita, salah satunya Bung Karno dan Bung Hatta," ujarnya.

Sutiaji mengaku, penataan Alun-Alun Tugu Malang ini merupakan salah satu upaya pengembangan sektor pariwisata di Kota Malang. Sehingga, Alun-Alun Tugu, akan terhubung dengan kawasan Kayutangan Heritage hingga Stasiun Malang Kota.

"Jadi nanti dari Kayutangan, menuju Alun-Alun Tugu dan terkoneksi hingga ke Stasiun Malang Kota," terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Wahyu Setianto, memastikan tidak ada proses pengerasan atau perubahan dari ruang terbuka hijau di area Alun-Alun Tugu. Selain itu, pencahayaan di taman tersebut akan ditambah dengan lampu-lampu bernuansa klasik.

"Jadi tidak menambah pengerasan-pengerasan lagi. Yang ada pada gambar adalah area yang sekarang sudah ada," katanya.

Halaman:

Editor: Daviq Umar Al Faruq

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polisi Cek Lokasi Rawan Kecelakaan di Malang

Kamis, 26 Mei 2022 | 09:48 WIB

Polres Malang Siap Amankan Pemilu 2024

Kamis, 26 Mei 2022 | 09:41 WIB

Polres Malang Maksimalkan Predikat WBK WBBM

Selasa, 24 Mei 2022 | 22:56 WIB

Cerita Alumnus UMM Meniti Karir di Kuwait

Senin, 23 Mei 2022 | 15:38 WIB
X