Desainer asal Malang Rancang Busana Unik Berbahan Spanduk Tragedi Kanjuruhan

- Rabu, 16 November 2022 | 20:29 WIB
Busana bertemakan Tragedi Kanjuruhan karya desainer asal Malang, Mutiara Syariffudin/Dok. Mutiara Syariffudin.
Busana bertemakan Tragedi Kanjuruhan karya desainer asal Malang, Mutiara Syariffudin/Dok. Mutiara Syariffudin.

HALLO MALANG - Desainer asal Malang, Mutiara Syariffudin, baru saja merancang busana yang unik bertemakan Tragedi Kanjuruhan. Lewat busana itu, Mutiara meraih peringkat kedua atau runner up Fashion Styling Upcycling Competition pada ajang Soerabaia Fashion Trend 2023 di Ciputra World Surabaya, Jawa Timur, Sabtu 12 November 2022 lalu.

Soerabaia Fashion Trend sendiri digelar selama tiga hari sejak hari Jumat 11 November hingga Minggu 13 November 2022 lalu. Acara dengan tema Evocation yang diinisiasi oleh organisasi Indonesian Fashion Chamber (IFC) ini dihelat untuk menjadi wadah bagi para desainer muda maupun senior untuk memperkenalkan karya terbarunya.

Pada kompetisi ini, Mutiara menampilkan sebuah busana yang bertema 'Disaster, dari Malang untuk Malang'. Tema itu diambil setelah Mutiara mendapatkan inspirasi dari ratusan keranda yang diletakkan mengelilingi kawasan Alun-Alun Tugu Kota Malang usai aksi turun ke jalan Aremania pada peringatan 40 hari Tragedi Kanjuruhan, Kamis 10 November 2022 lalu.

"Tepat setelah 40 hari, itu saat Kamis (10 November 2022) saya lewat tugu melihat banyak keranda dan foto korban. Ternyata banyak juga perempuan yang jadi korban, itu menyentuh hati saya," kata Mutiara, saat dihubungi, Senin 14 November 2022.

Busana karya Mutiara ini terbuat dari berbagai bahan serta barang daur ulang. Mulai dari batik hitam pada bagian dada yang dibalut dengan kain hitam, ornamen garis polisi atau police line, foto-foto aksi turun ke jalan, hingga spanduk bernada tuntutan keadilan terhadap Tragedi Kanjuruhan di bagian belakang.

Spanduk bernada tuntutan keadilan itu yang dibalut pada bagian belakang busana ini memiliki bermacam-macam tulisan. Antara lain, 'Kemana Keadilan, yang Ada Cuci Tangan', 'Stop Anarkis', '#PrayforArema', 'Gas Air Mata vs Air Mata Ibu' serta 'Kami Diserang Jadi Korban, Tapi Disalahkan'.

Spanduk-spanduk ini merupakan milik suporter Arema FC atau Aremania yang dipasang di beberapa sudut jalan di Kota Malang. Mutiara mengaku mengambil spanduk-spanduk ini untuk disematkan pada busananya lantaran tulisan yang digoreskan memiliki seni tersendiri.

"Saya sempat coba pakai kain bekas di rumah, terus saya pilox tapi hasilnya jelek. Akhirnya saya ambil di jalan itu, nggak izin karena nggak tahu. Terus saya diajak zoom sama temen-temen Aremania katanya nggak apa-apa," ungkapnya.

Mutiara menerangkan, pada busananya, disematkan beberapa foto aksi turun ke jalan bertuliskan '#UsutTuntas' serta police line. Dua ornamen ini memiliki makna khusus baginya, bahwa seharusnya tugas aparat adalah mengayomi rakyat.

"Harusnya melindungi, tapi rakyatnya malah banyak korban. Mangkanya muter-muter di bagian lengan police linenya itu. Ada dua bahan, satu pakai stiker yang satunya pakai strap gitar," beber wanita yang sudah empat tahun menjadi desainer ini.

Halaman:

Editor: Daviq Umar Al Faruq

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Resep Bumbu Rujak Manis, Legit dan Lezat Kaya Manfaat

Selasa, 11 Januari 2022 | 12:47 WIB

Tips Hemat Ala Anak Kos, Dimulai dari Makanan

Senin, 10 Januari 2022 | 20:41 WIB

Resep Gado-Gado Saus Kacang Gurih Khas Betawi

Jumat, 7 Januari 2022 | 12:29 WIB

Resep Mie Setan Khas Malang, Pedas Nampol

Kamis, 6 Januari 2022 | 10:16 WIB

Sebelum Memulai Diet Sehat, Pahami Hal Berikut Ini

Rabu, 5 Januari 2022 | 16:18 WIB

Resep Tahu Campur Khas Lamongan, Gurih Menggoda

Selasa, 21 Desember 2021 | 21:19 WIB
X