Angka Kejahatan Siber Diprediksi Terus Meningkat Gara-Gara Pandemi

- Selasa, 10 Mei 2022 | 11:54 WIB
Ilustrasi kejahatan siber (geralt)
Ilustrasi kejahatan siber (geralt)

 

HALLO MALANG - Perusahaan di seluruh dunia perlu meningkatkan upaya pengelolaan keamanan siber (cybersecurity) mereka untuk mengurangi risiko ancaman kejahatan siber (cybercrime) karena digitalisasi dan budaya kerja jarak jauh/hybrid akan tetap ada.

Selama pandemi yang berkepanjangan ini, ancaman dunia maya akan tetap menjadi masalah utama karena perusahaan dan organisasi lebih banyak bergantung pada internet dan sistem TI.

Selama dua tahun terakhir pandemi, dunia usaha dihadapkan pada peningkatan ancaman siber dalam berbagai bentuk, mulai dari penipuan online hingga pembobolan data.

Survei The 2021 Future of Cyber oleh Deloitte menemukan bahwa peningkatan serangan siber didorong oleh adanya transformasi digital organisasi.

Dengan demikian, dunia usaha perlu memperkuat mitigasi risiko kejahatan siber mereka, agar perusahaan tetap mampu berkembang di tengah digitalisasi yang berkelanjutan.

Isu penguatan mitigasi kejahatan siber juga menjadi topik pembahasan dalam Indonesia Business 20 (B20).

B20 adalah forum dialog resmi G20 dengan komunitas bisnis global, yang mempertemukan delegasi dari perusahaan terkemuka di seluruh dunia.

Isu ini akan dibawa dan dijawab dalam diskusi B20 Integrity and Compliance Task Force, yang bertujuan untuk mencari rekomendasi kebijakan yang dapat ditindaklanjuti untuk mengatasi tantangan bisnis, termasuk dampak buruk dari kejahatan siber.

Organisasi global profesi Akuntan The Institute of Chartered Accountants in England and Wales (ICAEW), yang terpilih sebagai salah satu anggota B20 Integrity and Compliance Task Force, percaya bahwa diskusi ini penting untuk menjawab tantangan dunia bisnis saat ini.

Halaman:

Editor: Daviq Umar Al Faruq

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mau Belajar Bahasa Korea dengan Mudah? Ini Tipsnya

Rabu, 5 Januari 2022 | 13:44 WIB
X